Rebahlah dengan pongah
Dari temaram samovar kecil yang udik
Dari gelayut nyiur yang rancak
Gebahlah tembikar besi yang liat
Laksana ombak yang memilahkan gerak dari jemarinya
Itu hanyalah cenayang angin pantai
Semerbakkan pasirnya mengeluh
Tertata pada batas antara takdir dan kehendak
by: -d ◊ Pacitan, 1998
"Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata batinmu."
''Tidak ada pekerjaan anak Adam mengisi penuh suatu bejana yang lebih jelek daripada mengisi penuh perutnya. Cukup kiranya beberapa suap untuk meluruskan punggungnya. Jika tidak boleh tidak harus diisi, isilah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas.'', (HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim)